6 Mindset Salah yang Bisa Meruntuhkan Karir Anda

6 Mindset Salah yang Bisa Meruntuhkan Karir Anda

Tidak ada yang salah ketika seseorang membuat sebuah kesalahan. Seseorang yang sedang mengalami stress berat memiliki kecenderungan untuk melakukan self-talk. Namun self-talk itu bisa seperti pedang bermata dua. Self-talk bisa membuat seseorang untuk membesar-besarkan hal yang negatif atau justru membuat seseorang mengambil langkah yang tepat untuk lebih produktif.

Self-talk yang negatif bisa bersifat tidak realistis, tidak penting, dan merusak diri sendiri. Hal ini akan membuat diri anda terjebak dalam lingkaran emosional negatif yang justru membuat rekan Indopreneurs sulit keluar darinya. Semua self-talk yang rekan Indopreneurs lakukan didorong oleh keyakinan penting yang anda pegang teguh tentang diri anda sendiri. Self-talk memainkan peranan yang tidak terlihat tapi kuat dalam kesuksesan  karena dapat memacu anda untuk meraih kesuksesan yang diingankan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Henry Ford “Dia yang mempercayai dirinya mampu dan dia yang mempercayai dirinya tidak mampu, keduanya benar.”

Talent Smart Jasa SEO Jakarta telah melakukan test mengenai kecerdasan emosional terhadap lebih dari satu juta orang dan menemukan bahwa 90% orang-orang yang sukses dalam pekerjaan dan bisnisnya memiliki skor yang tinggi pada kecerdasan emosionalnya. Dari penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa orang-orang yang termasuk dalam 90% tersebut rata-rata memiliki pendapatan sebesar US$ 28.000 per tahun atau sekitar Rp. 392 juta per tahun. Orang-orang sukses ini, memiliki taraf EQ yang tinggi sebagai salah satu aset paling berharga yang mereka miliki. Mereka mampu untuk mengakui dan mengontrol self-talk yang bersifat negatif jadi hal itu tidak mencegah mereka untuk mencapai kemampuan potensialnya.

90% orang-orang sukses ini menurut penelitian yang dilakukan ole Talent Smart seringkali mendapatkan promosi jabatan dan menerima penilaian yang tinggi terhadap kinerja mereka. Hubungan antara EQ dan pendapatan juga memiliki korelasi yang cukup signifikan. Dari penelitian tersebut dijelaskan bahwa setiap orang yang mampu menaikkan setiap poin EQnya memiliki kecenderungan untuk mendapatkan tambahan pendapatan per tahunnya sebesar US$ 1.300 atau sekitar Rp. 18,2 juta.

Berikut ini adalah 6 mindset salah yang justru dapat membuat karir rekan Indopreneurs berada di ujung tanduk. Simak ulasannya.

Kesempurnaan = Sukses

Manusia memiliki sifat alamiah untuk melakukan kesalahan. Hal itu sudah ditakdirkan bahkan ketika manusia pertama kali datang di dunia ini. Ketika kesempurnaan adalah tujuan , justru akan membuat banyak waktu yang terbuat sia-sia. Orang yang mengejar kesempurnaan justru akan membuat dirinya terlalu banyak meratapi kegagalan dan bukan menikmati apa yang sudah ia capai.

Takdirku sudah ditentukan sebelumnya

Terlalu banyak orang yang mempercayai hal tidak rasional yang mengatakan bahwa mereka telah ditakdirkan untuk sukses atau gagal. Takdir anda berada di tangan  sendiri. Menyalahkan kegagalan dan membesar-besarkan kesuksesan secara tidak terkontrol justru akan membuat diri anda akan sulit diterima oleh orang lain. Terkadang hidup akan mempertemukanmu dengan pilihan-pilihan yang sulit dan di lain kesempatan anda juga bisa memegang kartu As sehingga bisa menyelesaikan masalah dengan mudah. Tak bisa ditebak alurnya akan kemana. Kehendak kuat yang rekan Indopreneurs miliki untuk memberikan sesuatu secara all-out atau tidak merupakan faktor terutama yang membuat rekan Indopreneurs sukses atau tidak.

“Saya selalu melakukannya” atau “Saya tidak pernah melakukannya”

Tidak ada satupun hal di dunia ini yang selalu anda lakukan atau tidak pernah anda lakukan. Yang pernah rekan Indopreneurs lakukan ialah melakukan lebih banyak ketimbang orang lain atau tidak melakukan sebanyak yang orang lain lakukan. Dengan memframing perilaku anda dalam konsep “selalu” dan “tidak pernah” justru membuat konsep diri anda menjadi rapuh. Rekan Indopreneurs seolah-olah mengatakan bahwa hal itu tidak akan pernah berubah.

Saya Sukses Ketika yang lain Menyetujui Saya

Terlepas dari hal apapun yang orang lain fikirkan tentang anda setiap saat namun satu hal yang pasti. Kamu tidak pernah sebaik atau seburuk yang mereka bayangkan. Sungguh tidak mungkin untuk mematikan reaksimu ketika ada orang lain memberikan opininya tentang anda. Tetapi anda bisa mengambil opini orang lain hanya sebagai sebuah pembelajaran bukan untuk menghakimi diri sendiri. Tak masalah apapun yang dikatakan oleh orang lain tentangmu, harga dirimu justru yang tampak di dalam diri bukan di luar. 

Masa Lalumu sama dengan Masa Depanmu

Kegagalan yang berulang dapat meruntuhkan kepercayaan dirimu serta membuat dirimu sulit untuk mempercayai bahwa di masa depan, kamu akan mendapatkan pencapaian yang lebih baik. Anda hanya butuh untuk diingatkan bahwa kesuksesan sangat tergantung dari kemampuan anda dalam menghadapi kegagalan. Segala sesuatu yang bernilai diperoleh dengan cara mengambil resiko, kamu tidak bisa mengijinkan kegagalan untuk menghentikan kemampuanmu untuk sukses.

Emosiku sama dengan Realitas

Jika kamu membaca buku Emotional Intellegence 2.0, kamu akan mengetahui bagaimana mengambil sebuah sudut pandang yang obyektif terhadap perasaanmu. Dimana kamu bisa membedakan mana fakta dan fiksi. Terkadang ketika seseorang sudah nyaman dengan self-talk negatif, ia akan merasa bahwa realitas bisa digeneralisasikan melalui fikirannya. Ia akan merasa bahwa apa yang ia fikirkan dengan negatif memang benar adanya. Hal inilah yang mengakibatkan seseorang terhambat untuk mencapai kemampuan potensialnya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *